Tinggalkan komentar

Daftar kecelakaan Pesawat di Gunung Salak

Inilah beberapa daftar kecelakaan Pesawat di Gunung Salak Sejak Tahun 2003
1. 29 Oktober 2003

>>> Helikopter Sikorsky S-58 jenis Twinpac dengan nomor H-3408 milik TNI Angkatan Udara jatuh di areal kebun kacang dan tanaman singkong di dalam pangkalan udara militer Atang Sanjaya, Bogor. Pangkalan udara ini terletak di kaki Gunung Salak. Tujuh anggota TNI AU, yakni dua penerbang dan lima kru mekanik tewas seketika setelah helikopter buatan Amerika pada 1970 itu terhempas.

2. Musibah Pesawat Paralayang Red Baron – 15 April 2004

>>> Pesawat paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport jatuh di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor mengakibatkan dua korban tewas. Selain itu, ada juga musibah lainnya yang melibatkan Helikopter Sikorsky S-58T Twinpac TNI AU, yang jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Korban: 7 tewas pada 29 Oktober 2003.

3. 20 Juni 2004

>>> Pesawat Cessna 185 Skywagon jatuh di Danau Lido, Cijeruk, Bogor. Atlet terjun payung bernama Edy Cristiono tewas dalam peristiwa itu. Korban: 5 tewas.

4. 26 Juni 2008

>>> Pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di Gunung Salak di ketinggian 4.200 kaki dari permukaan laut. Korban: 18 tewas. Pesawat mengalami kecelakaan saat melakukan penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusumah ke Lanud Atang Sanjaya Bogor. Pesawat dari Skuadron 4 Lanud Abdurahman Saleh itu tinggal landas dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, sesaat setelah tinggal landas pesawat pesawat tidak bisa dihubungi oleh menara pengawas pada pukul 11.30 WIB.
Pesawat Cassa N212-200 nomor registrasi A2106, jatuh di hutan Tegal Lilin di lereng Gunung Salak, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, 26 Juni 2008. Pesawat sedang melakukan misi pelatihan terhadap penggunaan kamera digital udara. Menewaskan 18 penumpangnya, diantaranya 6 orang penumpang sipil dari perusahaan pemasok kamera digital udara.

5. 30 April 2009

>>> Pesawat latih Donner milik Pusat Pelatihan Penerbangan Curug, mengalami musibah dan jatuh di Kampung Cibunar, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Atas kejadian ini, ke tiga korban yang kesemuanya awak pesawat tewas.
Pesawat latih jenis Sundowner jatuh di daerah Tenjo, Bogor, Jawa Barat. Saat itu instruktur penerbang Nicholas Burung meninggal tak lama setelah kejadian, dalam perjalanan ke rumah sakit.

6. 12 Juni 2009

Kecelakaan pesawat TNI kembali terjadi. Heli Puma milik TNI AU jatuh di kawasan Lanud Atang Sendjaja, Bogor. Dalam kecelakaan tersebut, 2 tentara mekanik tewas, sedangkan pilot Mayor (pnb) Sobic Fanani dan kopilot Lettu Wisnu, serta tiga anggota TNI lainnya mengalami luka.
Tipe : Helikopter serbaguna
Produsen : Aérospatiale, Westland Aircraft, IPTN sebagai NAS 330
Pertama terbang : 15 April 1965
Diperkenalkan : 1968
Pemakai : Royal Air Force, TNI AU
Diproduksi : 1968-1987
Jumlah dibuat : 697
Varian : Atlas Oryx, IAR 330

7. 09 Mei 2012

>>> Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sedang melakukan joy flight hilang kontak di kawasan Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012. Sehari setelahnya dipastikan pesawat buatan Rusia itu jatuh di lereng Gunung Salak. Badan pesawat pecah berkeping-keping. Dalam pesawat tersebut, terdapat 45 penumpang, 8 di antaranya merupakan kru asal Rusia.

Tak hanya pesawat, manusia yang sedang mendaki pun ‘hilang kontak’ di kawasan Gunung Salak. Pada April 1987 lalu, tujuh siswa STM Pembangunan, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kawasan gunung itu. Mereka terperosok ke jurang di Curug Orok yang memiliki kedalaman sekitar 400 meter di punggung gunung.

Dari Wikipedia, Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini.

Gunung ini memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula. Hal ini dikarenakan di jalur yang dilewati jarang ditemukan cadangan air. Meski tergolong sebagai gunung yang rendah, tetapi Gunung Salak memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya.

::: Cerita lain mengenai Gunung salak :::

Di luar hal yang ilmiah dan akademik, fenomena Gunung Salak selalu menjadi perbincangan. Sebab, kata warga setempat banyak sekali yang terjadi di luar akal sehat.

Dalam catatan “PRLM” beberapa kali korban yang tewas di Gunung Salak setelah dievakuasi mayatnya ke luar, sering terjadi hujan lokal. Kemudian, mereka yang kesasar dan hilang ketika mendaki gunung, biasanya mereka yang menggunakan jalur bukan pendakian.

Pegawai Balai Embrio Ternak Kab. Bogor, Adang mengatakan, selama bertugas di balai ternak sampai saat ini, banyak sekali cerita yang aneh-aneh dan kondisi lain yang sering ditemukan. Misalnya, sewaktu empat pendaki tewas, ada hal yang aneh terjadi yaitu ada orang berbaju hitam dan kemudian hilang. Selanjutnya, datang lagi orang berbaju putih dan kemudian juga hilang seketika.

Selain itu, cuaca di sekitar Gunung Salak suka berubah-ubah. Tiba tiba awan gelap, kemudian cerah. Bahkan, kata Adang, dulu pernah ditemukan seekor babi. Babi tunggal yang datangnya tanpa diketahui. Namun, ketika hendak ditangkap, binatang itu hilang seketika.

Kemudian di Puncak Bukit Manik juga ada makam keramat yang dikenal dengan makam Mbah Gunung. Makam tersebut sering didatangi orang yang berziarah. Dengan berbagai kisah itu, maka tidak pernah orang menggunakan jalur tersebut untuk mendaki. Kalau ada yang berani, biasanya kesasar bahkan sampai ada yang tewas.(A-134/A-147)***

>>> PERLU DIADAKAN PENELITIAN KHUSUS TENTANG KAWASAN Gunung salak…
1. PENELITIAN SECARA TEORITIS…dan
2. PENELITIAN SECARA SPIRITUAL…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: